Selamat Jalan 94.7/104.3 UFM
Dulu pernah sekali melihat iklan UFM yang memiliki dua frekuensi, entah di mana, yang jelas di sekolah sekitar 2011. Dulu masa jayanya Femina, mereka juga cukup berhasil dalam mengembangkan UFM di dua kota, Jakarta dan Bandung.
Namun kejayaan ini tidak berlangsung lama. 104.3 UFM Bandung mengakhiri siaran secara resmi sekitar 2013, kalau mengacu pada twitter resmi mereka. Mereka tidak sempat melewati era Instagram, karena pada saat era Instagram UFM hanya punya unit di Jakarta.
(sumber foto http://radiobrandingmaterials.blogspot.com/2013/10/studio-office-interior-947-ufm-jakarta.html )Tidak lama, radio yang di Jakarta megap-megap, pernah berhenti siaran sangat lama sekitar awal 2019 (sekitar 3 bulan) karena pindah kantor dari Menara Imperium ke gedung Femina. Nah, siaran yang di gedung Femina juga hanya berlangsung sebentar hingga awal pandemi Covid-19. Jadi ada kemungkinan radio ini tutup karena pandemi.
Terlebih sejak 2018 sudah terdengar isu tidak enak terkait grup media Femina, sehingga sepertinya saat ini mereka hanya mau fokus di majalah. UFM Jakarta sudah tidak ada kabar di gelombang FM maupun media sosial. Post terakhir ada di awal Januari 2021, namun pantauan saya radio ini masih beroperasi sampai awal Maret 2020, ketika sudah ada pandemi. post terakhir UFM Jakarta
UFM Bandung 104.3 menjadi Rodja
Femina sudah resmi menjual kepemilikan radionya di Bandung. Kemungkinan bukan hanya dijual karena radionya sudah melewati batas dead-air dari Kemenkominfo yaitu 3 bulan. Kalau mengacu pada situs Rodja, sepertinya izin baru, tapi kita lihat saja dari nama PT radionya nanti. https://rodja.info/progres-donasi-pendirian-radio-rodja-fm-bandung-dan-majalengka-5/
Sebagai informasi, Femina masih memiliki radio UFM selama sekitar 6-7 tahun, bahkan menjalankan dengan automated music, memutarkan lagu-lagu slow hits seperti format UFM awal-awal. Namun biasanya hanya bertahan sebentar, habis itu dead air lagi. Siaran UFM juga low power dan hanya bisa didengar dari kawasan Pasteur.
Dengan dibelinya radio ini oleh Rodja yang lebih memiliki kekuatan ekonomi, rasanya sudah berakhir bisnis radio Femina di Bandung.
Entah bagaimana nasib 94.7 FM di Jakarta, frekuensi yang tak pernah sebesar Prambors (102.2) atau yang dipegang raksasa media televisi... Dulu radio ini bukan ditargetkan untuk wanita seperti sekarang, namun format 94.7 UFM (tidak ikut terkena geser-geser frekuensi pada 2004) agak mendekati Global Radio pada saat ini. Namun karena kalah saing dengan Prambors dan radio-radio MRA yang menguasai udara Ibukota saat itu, akhirnya dibeli grup Femina dan menjadi radio wanita.
Radio wanita UFM sempat sukses pada masanya, bersaing dengan Woman Radio 94.3 yang dulu dipegang MNC. Pada masa ini Female Radio belum terlalu kelihatan, (atau malah belum dimiliki Masima?) sehingga dua frekuensi inilah yang bersaing memperebutkan pasar wanita.
___________________________
Blog ini merupakan eks misael(dot)id yang sewanya tidak diperpanjang karena terkendala biaya. Untuk saat ini silakan mengakses radiosael.blogspot.com . Belum ada rencana balik pakai domain seperti dulu karena masih fokus mengembangkan Jalur5 Community (jalur5.com)


0 comments: