Jingle Radio Kayu Manis - RKM
Jingle Radio Kayu Manis - Lembut Suaranya, Manis Bisikannya (sekarang jadi Smooth 99.5 FM)
Jingle Radio Kayu Manis - Lembut Suaranya, Manis Bisikannya (sekarang jadi Smooth 99.5 FM)
Membayangkan Hard Rock FM tanpa Gofar
Ini keinginan pribadi Gofar dan Surya. Setidaknya menurut fans Gofar, pernah terujar oleh bapak-bapak sekut itu di youtube Kemal Palevi dan Dustin Tiffani. Dan mereka resign. Bukan dipecat HRFM.
Seandainya Hard Rock yang melepas Gofar dan Surya, ini akan terjadi pada Desember. Sudah kultur kontraknya MRA dari dulu, misal Dylla Agnesia dipindah ke siang karena pernah saya dengar sendiri pernah blunder mengiyakan fashion show MRT saat acara ini sudah dihujat orang.
Pada awal Maret lalu Hardrock malah seperti merayu duo gila agar tidak keluar dari sana. Seperti mengupload rekaman siaran, hal yang jarang dilakukan radio manapun kecuali station ID. Ini official Hard Rock lho. Namun rasanya tidak mungkin mencegah mereka resign, terlebih Gofar sekarang fokus solo karir sebagai interviewer di medianya sendiri.
Sudah pasti Hard Rock kehilangan Gofar, senior di radio itu sudah 9 tahun, dan Surya. HRFM seperti kehilangan arah, mereka merekrut Ardhito yang anak bawang di Hard Rock (baru masuk awal 2021).
Parahnya pasangan Ardhito seperti cocok cocokan, dan dianggap bikin ngantuk pendengar di pagi hari karena tidak biasa siaran. Sejumlah pendengar sempat merasakan kecocokan ketika Sheryl Sheinafia siaran (apalagi Sheryl memang terkenal dari penyiar Breakout Net). Bahkan ada yang minta Gofar dipadankan dengan Sheryl (agak mirip Gofar - Ary Kirana). Sayang dicabut lagi.
Lebih parahnya lagi, fans Gofar tidak suka Ardhito dari awal karena dianggap perwakilan anak-anak alay, dan merusak generasi 90an. Ditambah pemberitaan miring dari media oposisi pemerintah terkait kasus Omnibus Law (sebenarnya Gofar juga kena tapi tidak separah Ardhito).
UU Ketenagakerjaan Kendala Hard Rock
Bagaimanapun, radio adalah badan usaha PT, kalau zaman dulu Rasitania/Rasisonia. Tidak boleh main-main dalam rekrut orang. Ada koridor hukumnya. Ada perjanjian hitam di atas putih, dan umumnya di kantor-kantor non radio ada jeda 1-3 bulan dari resign nya si A digantikan si B.
Semua ini diatur UU Ketenagakerjaan. Namun ini memang rahasia MRA terkait peraturan internal radio-radionya. Yang jelas peraturan ini harus disahkan Disnaker DKI. Main-main dalam rekrutmen magang bahkan sekedar penyiar tamu, masalahnya dengan hukum. Apalagi siaran pagi Hard Rock dan radio Jakarta umumnya diisi penyiar bintang. Inilah alasan penyiar umumnya diganti pada Januari tahun berjalan.
Bahkan memindahkan penyiar segrup tidak semudah itu, misal memindahkan permanen Surya dari Trax ke Hard Rock berarti pindah badan usaha penyiaran walaupun segrup.
Apalagi kabarnya resign ini mendadak, mungkin baru 30 hari dari siaran terakhir Gofar Surya sampai ke manajemen Hard Rock. Mereka dikejar-kejar pendengar yang kecewa, listenership turun, bahkan banyak beredar komentar negatif setiap siaran Ardhito mengcover lagu. (Dari awal generasi Ardhito sudah tidak disukai oleh pendengar HRFM)
Melihat dari waktu siaran yang diisi Ardhito sekitar 1,5 bulan, sepertinya penyiar permanen akan muncul setelah uji coba cocok cocokan penyiar. Atau sekitar 2 Juni nanti. Normal memang untuk mencari pengganti orang yang resign. Mengapa penyiar tamu seperti Sheryl tidak bisa permanen? Ini tentu faktor UU Ketenagakerjaan dan deal yang dilakukan dadakan oleh Hard Rock.
Siaran Pagi Tak Boleh Sendiri?
Entah faktor Ardhito tidak biasa siaran sendiri (di Trax FM hanya bertahan sebentar menggantikan Randhika - Gita Bhebhita) atau hukum siaran pagi Hard Rock tidak boleh sendiri.
Sejak zaman Tika Panggabean (Tika Udjo?, 1997-2005?), Panji - Steny (2005-2010), Melaney Ricardo (2010-12 dan beliau keluar dari dunia radio ke hukum), Gofar (2012-2021) siaran Hard Rock jarang sekali sendirian. Jarang sekali "krik" seperti saat masuknya Ardhito di siaran pagi. Resign nya Gofar membuat Hard Rock benar-benar berubah dalam bisnis siaran pagi.
Apalagi Hard Rock adalah salah satu radio Jakarta minim perubahan dalam 25 tahun. Jadi digantinya Gofar dengan sosok yang dianggap garing dan tidak lucu merusak brand siaran pagi Hard Rock FM.
Kita lihat bulan Juni, apakah siaran pagi kembali diisi sosok yang mirip-mirip Gofar dan Ardhito kembali ke kontraknya di malam akustikan, atau malah radionya yang... Sulit aku bayangkan.
https://hardrockfm.com/nih-yang-kangen-duet-pandji-pragiwaksono-dan-steny-agustaf-ketika-nemenin-gofar-hilman/
Ini keinginan pribadi Gofar dan Surya. Setidaknya menurut fans Gofar, pernah terujar oleh bapak-bapak sekut itu di youtube Kemal Palevi da...
Radio Sael kembali ke domain blog?
Dulu sekali, blog khusus radio ini pernah menempati tempat di https://misael.id/ . Namun karena pada 2019 keuangan saya mengalami krisis parah selepas nggak kuliah lagi, blog itu dilepas.
Pada saat itu tiba-tiba Jalur5 Community yang dipegang bersama dengan teman-teman menjadi besar. Saking besarnya menjadi tak terkendali bahkan saat ini followers di Instagram sudah melewati banyak radio lokal tanpa beli sama sekali (20.174)
Sejak adanya covid 19, terjadi banyak perubahan di radio-radio Jakarta, sehingga ada yang tutup. Ada yang baru, ada yang ganti pemilik. Raksasa radio MRA tidak siaran 24 jam lagi, mereka off air dari 01.00 dan aktif sekitar jam adzan subuh. Setelah 25 tahun terjadi perubahan jam siar Drive and Jive Hard Rock FM, dipotong hanya sampai 20.00.
Yang jelas, listenership radio sempat benar-benar anjlok setelah pandemi, dan kembali bangkit sejak New Normal.
Sepertinya saya perlu menulis lagi soal radio, walau nggak sesering dulu. Kemungkinan akan menjadi radiosael.org atau pakai domain id, tapi lihat nanti saja...
Dulu sekali, blog khusus radio ini pernah menempati tempat di https://misael.id/ . Namun karena pada 2019 keuangan saya mengalami krisis par...
Selamat Jalan 94.7/104.3 UFM
Dulu pernah sekali melihat iklan UFM yang memiliki dua frekuensi, entah di mana, yang jelas di sekolah sekitar 2011. Dulu masa jayanya Femina, mereka juga cukup berhasil dalam mengembangkan UFM di dua kota, Jakarta dan Bandung.
Namun kejayaan ini tidak berlangsung lama. 104.3 UFM Bandung mengakhiri siaran secara resmi sekitar 2013, kalau mengacu pada twitter resmi mereka. Mereka tidak sempat melewati era Instagram, karena pada saat era Instagram UFM hanya punya unit di Jakarta.
(sumber foto http://radiobrandingmaterials.blogspot.com/2013/10/studio-office-interior-947-ufm-jakarta.html )Tidak lama, radio yang di Jakarta megap-megap, pernah berhenti siaran sangat lama sekitar awal 2019 (sekitar 3 bulan) karena pindah kantor dari Menara Imperium ke gedung Femina. Nah, siaran yang di gedung Femina juga hanya berlangsung sebentar hingga awal pandemi Covid-19. Jadi ada kemungkinan radio ini tutup karena pandemi.
Terlebih sejak 2018 sudah terdengar isu tidak enak terkait grup media Femina, sehingga sepertinya saat ini mereka hanya mau fokus di majalah. UFM Jakarta sudah tidak ada kabar di gelombang FM maupun media sosial. Post terakhir ada di awal Januari 2021, namun pantauan saya radio ini masih beroperasi sampai awal Maret 2020, ketika sudah ada pandemi. post terakhir UFM Jakarta
UFM Bandung 104.3 menjadi Rodja
Femina sudah resmi menjual kepemilikan radionya di Bandung. Kemungkinan bukan hanya dijual karena radionya sudah melewati batas dead-air dari Kemenkominfo yaitu 3 bulan. Kalau mengacu pada situs Rodja, sepertinya izin baru, tapi kita lihat saja dari nama PT radionya nanti. https://rodja.info/progres-donasi-pendirian-radio-rodja-fm-bandung-dan-majalengka-5/
Sebagai informasi, Femina masih memiliki radio UFM selama sekitar 6-7 tahun, bahkan menjalankan dengan automated music, memutarkan lagu-lagu slow hits seperti format UFM awal-awal. Namun biasanya hanya bertahan sebentar, habis itu dead air lagi. Siaran UFM juga low power dan hanya bisa didengar dari kawasan Pasteur.
Dengan dibelinya radio ini oleh Rodja yang lebih memiliki kekuatan ekonomi, rasanya sudah berakhir bisnis radio Femina di Bandung.
Entah bagaimana nasib 94.7 FM di Jakarta, frekuensi yang tak pernah sebesar Prambors (102.2) atau yang dipegang raksasa media televisi... Dulu radio ini bukan ditargetkan untuk wanita seperti sekarang, namun format 94.7 UFM (tidak ikut terkena geser-geser frekuensi pada 2004) agak mendekati Global Radio pada saat ini. Namun karena kalah saing dengan Prambors dan radio-radio MRA yang menguasai udara Ibukota saat itu, akhirnya dibeli grup Femina dan menjadi radio wanita.
Radio wanita UFM sempat sukses pada masanya, bersaing dengan Woman Radio 94.3 yang dulu dipegang MNC. Pada masa ini Female Radio belum terlalu kelihatan, (atau malah belum dimiliki Masima?) sehingga dua frekuensi inilah yang bersaing memperebutkan pasar wanita.
___________________________
Blog ini merupakan eks misael(dot)id yang sewanya tidak diperpanjang karena terkendala biaya. Untuk saat ini silakan mengakses radiosael.blogspot.com . Belum ada rencana balik pakai domain seperti dulu karena masih fokus mengembangkan Jalur5 Community (jalur5.com)
5/01/2021 09:04:00 AMDulu pernah sekali melihat iklan UFM yang memiliki dua frekuensi, entah di mana, yang jelas di sekolah sekitar 2011. Dulu masa jayanya Femin...
Merger Siaran Pagi - Sore Delta, Female, Bahana
Tiga radio punya grup besar di Jakarta, yaitu Delta, Female, Bahana atau dikenal juga dengan JDFI (Jaringan Delta Female Indonesia) menggabungkan siaran pagi dan sore mereka.
Siaran pagi digawangi Ben, Sissy, dan Nino. Siaran sore dipegang Enno Lerian dan Danar Gumilang. Awalnya memang para penyiar ini sudah memegang posisi di radionya masing-masing.
Awalnya dari melihat profile picture Delta FM, mengapa logonya hilang, tidak menjadi segitiga seperti biasanya. Malah 3 garis beda warna yang ternyata menunjukkan identitas masing-masing radio. Ternyata siaran paginya benar-benar digabung, dan direlay di 3 saluran di Jakarta (97.9, 99.1, 101.8). Model siaran seperti ini (relay sekota) dulu pernah dilakukan RRI Pro 1/3 (91.2, 88.8).
Tidak seperti siaran pagi Mahaka yang digabung keenamnya seminggu sekali (Jumat), penggabungan siaran pagi ini dilakukan setiap hari kerja. Playlist setiap saluran tentu berbeda, namun untuk broadcast ketika dengan bintang tamu, sama semua.
Covid-19
Pandemi covid-19 memang benar-benar mengganggu dunia radio, apalagi ketika mobilitas orang di jalanan berkurang. Masih beruntung Indonesia tidak seperti Filipina, radio dipaksa bersiaran hanya sampai 00.00 (kalau tidak salah). Karena cashflow yang berantakan dengan adanya Covid19, banyak yang tetap siaran bahkan di bawah jam tayang yang diminta pemerintah setempat.
Pandemi ini memakan 3 radio di Jabodetabek, benar-benar sampai berhenti beroperasi. U FM 94.7, Power FM (KBR) 89.2, Oz Radio 90.8. Sebelum adanya pandemi, radio-radio ini memang sudah megap-megap dalam operasional.
Nah, di grup radio besar ternyata tidak luput dari goncangan. Mahaka yang awalnya mau melakukan branding benar-benar berbeda terhadap 6 radionya, ternyata harus digabungkan untuk talk show dengan bintang tamu (Ini Normal Show). Grup MPG putus kerja sama dengan Virgin dan membuat 99.9 Z FM. Pertama kalinya dalam sejarah, Hard Rock FM potong jam siaran, mereka hanya mengudara hingga 22.00.
Grup Masima kemungkinan sangat besar menggabungkan 3 radio yang pasarnya mirip-mirip ini menjadi satu. Setelah mengecek instagram dan media sosial dari Female dan Bahana, identitas mereka benar-benar tinggal lagunya.
Apalagi sejak awal memang pasarnya mirip. Bahana FM ex radio keluarga mirip radio-radio daerah, dulunya bukan punya Masima tapi dibeli +- 2011. Female Radio tukar frekuensi dengan RKM (Smooth 99.5 FM), awalnya di Radio Bahana Sanada Dunia (ex RSPD, sejarah sebelum tahun 2000an Female tidak diketahui), namun secara hukum sekarang memegang Radio Kayu Manis.
Saat sebelum penggabungan siaran pagi dan penggabungan identitas, Delta menarget dewasa muda, Bahana menarik penggemar musik Indonesia (namun persentase tidak sebesar I Radio 89.6), Female menarik kaum hawa sesuai namanya.
Setelah Pandemi Berlalu
Kita belum tahu, pada 2022 nanti akan terjadi apa dengan saluran radio ini. Apakah Masima Group akan fokus pada Prambors dan Delta - apalagi setelah tidak lagi fokus ke siaran jaringan di daerah? Namun memang saat ini kondisinya seakan-akan Masima hanya punya 2 radio: Prambors dan Delta (DFB)
Untuk selamat bareng-bareng dan terutama supaya Masima tidak kehilangan salurannya dijual ke orang lain... Apalagi kalau sampai raja televisi seperti Emtek main ke industri radio. Mau tidak mau Masima harus membedakan musik antara ketiga salurannya, seperti dilakukan grup raksasa Mahaka dan MRA.
Jika dilihat dari karakter pendengarnya, Bahana FM mungkin saja benar-benar seperti Iradio jika ingin mereguk kue lebih besar lagi. 100 persen lagu Indonesia non dangdut. Apalagi karakter pendengar kita yang "gak bisa basa enggres". Iradio memang pernah merajai posisi nomor 1 mengalahkan radio-radio dangdut dan Elshinta, kalau tidak salah sekitar 2005-2006.
Nah, jika Masima benar-benar mau menghilangkan idealisme mereka, Bahana FM bahkan bisa saja memakai format radio-radio daerah (mass radio station), tentunya jadi radio dangdut sekalian. Apalagi Jakarta sendiri kekurangan radio dangdut, saat ini hanya 97.1 RDI, 93.2 Hot, 93.9 Mersi (Tangerang), 100.3 Elgangga (Bekasi), dan 105.4 CBB yang konsisten.
Sementara Delta FM perlu dikembalikan ke format classic hits (50-70s, mentok 80an) seperti dulu. Peminat musik seperti ini banyak, bisa dilihat dari antusiasme masyarakat ke 105.8 Most FM. Di sejumlah negara, masih banyak radio yang mengarah ke classic hits, bahkan memang musik klasik non rock. Dengan berpihaknya Most FM ke rock (apalagi karena ada Rock Weekend ex Kis FM), celah masih terbuka untuk lagu-lagu berbasis piano/gospel untuk dihadirkan Delta FM. Saat ini yang konsisten hanya Brava Radio 103.8, namun pelan-pelan juga tergerus musik zaman sekarang.
Female Radio mungkin bisa dibuat sebagai kompetitornya Kis FM dengan bermain di segmen lagu 90an-2000an. Namun dengan faktor co-own dengan Mahaka Radio Integra (Mahaka memiliki saham +- 20% di Radionet Cipta Karya/Masima), rasanya agak sulit. Radio Mustang 88.0 lebih diarahkan untuk menyaingi Z 99.9 FM dibanding Prambors. Untuk playlist Female saat ini sangat mirip dengan Delta, bedanya Female mulai menarget KPop lebih dari Prambors. Untuk ke depannya radio ini bisa digarap khusus untuk lagu-lagu Korea. Mungkin juga dibuat mengakomodasi lagu-lagu Asia Timur dan Asia Tenggara secara proporsional seperti CPP Radionet (Pas 92.4 FM).
Selama ini, format ketiga radio tersebut sangat bertabrakan dengan Prambors (dan program Prambors Throwback setiap Kamis). Lagu yang diputar 3 radio itu banyak juga yang beredar di Prambors. Kondisi kejenuhan seperti radio-radio Ramako sebelum dibeli Mahaka juga terlihat. Masih untung Masima didukung dengan penyiar pagi dan sore yang punya nama sebelum ada di radio.
Demikian, semoga grup radio tersebut bisa terus bertahan di tengah pandemi....
Sael.
2/27/2021 03:56:00 AMTiga radio punya grup besar di Jakarta, yaitu Delta, Female, Bahana atau dikenal juga dengan JDFI (Jaringan Delta Female Indonesia) menggab...
Karena Blog Politik, Orang Jadi Malas Ngeblog
Setelah +- 2 tahun menghandle Jalur5, dan hasilnya dirasa sudah sangat signifikan selama 1,5 tahun terakhir, saatnya gw sedikit istirahat, dan berbagi pandangan. Wisata ke atapnya Bandung memang membawa inspirasi baru ya, setelah di meja kantor selama 10 bulan.
Tapi ada satu yang gue sadar, masyarakat beralih. Blogging semakin sedikit pemainnya, semakin sepi terdengar kalau dibandingkan medsos akhir-akhir ini. Ditambah insentif operator seluler yang menggratiskan akses medsos tanpa kuota dan banyak yang memberikan kuota harian 2GB, dengan pemakaian rata rata masyarakat 500 MB.
Zaman gw kecil, cita cita jadi blogger itu umum. Sekarang? Jadi Youtuber. Hal ini memang dipengaruhi akses 4G LTE yang sudah sampai ke pelosok, memang percepatan ini yang dikebut Kominfo. Pandemi lebih memaksa kita untuk meningkatkan jaringan internet agar support video sharing. Dulu mimpi di siang bolong, sehingga generasi gw saat SMP/SMA banyak membaca termasuk blogspot dan twitteran, lahwong adanya itu.
Pergeseran di ranah mania transport banyak terjadi sejak 2017. Foto foto bis dan sepur jadi hobi umum, anak SMP bikin cinematic yang dulunya hanya bisa dilakukan railfans karyawan dan anak orang kaya. Orientasinya ke body kendaraan, bukan lagi field report atau nyari momen seperti zaman saya kenal KRL CL dari FB KRLMania dan Semboyan35 forum. Selain sepurnya sudah waras, teknologi makin canggih.
Pergeseran ini harus diakui terkait ketidakpercayaan masyarakat terhadap blogging platform. Sudah jarang yang ngeblog. Blog ini (ex misael dot id, wow nama depan gw yang common jadi nama domain ga pakai embel embel!) ga aktif dari ribut ribut hardrockfm itu.
Penyebabnya, banyak web berita politik menggunakan platform wordpress dan blogspot. Parahnya situs situs beginian provokasi melulu isinya. Kehancuran dimulai ketika domain jadi murah (memang murah .com dari dulu, namun sekarang sebagian besar orang punya kemampuan beli sama server servernya). Situs hoax sulit ditindak karena ada deal deal politik yang gw ga mau bahas. Mending hoax semacam thermogun, lah yang memancing ribut antar umat agama?
Parahnya, tidak ada otoritas yang mengatur hal hal begini. Kominfo sekedar banned, lalu muncul lagi. Website ber domain jadi medan perang politik. Wordpress sendiri tidak mengatur isi konten, agak beda dengan Blogspot yang cukup mudah dilaporkan. Mau melaporkan ke polisi, banyak yang sadar bekingan dari "media alternatif" itu kuat.
Tambah jadi dengan banyaknya blogger yang kesal dengan artikel copas. Ini sebelum adsense blog makin diperketat. Copas di fb, situ bisa diserbu netijen ke akar akarnya. Copas di twitter langsung ditandai, sistem baru twitter mempersulit orang pakai bot. Orang yang dicopas malah bangga, sementara di blog, ranking bisa turun sebelum Google punya AI machine learning.
Ya sudah, angel iki. Masyarakat kabur ke medsos. Twitter, FB tanpa diatur negara juga punya rules yang ketat soal konten, misalnya nggak usah ke Kominfo mereka sudah menyikat banyak konten terkait bunuh diri, self harm. Agak beda zaman gue SMA, di mana foto self harm gara gara idola bebas beredar :( .
Lama-lama pebisnis melihat peluang. Blogger papan atas banyak yang pindah ke medsos dari yang dulunya sekedarnya doang bahkan pakai bot. Ada yang malas sama user interface, banyak yang kesal saingannya di ranah SEO ketat dengan media dan mereka yang jualan hoax. Terlebih medsos menawarkan viral berkali kali lipat dengan modal minim, semua orang bisa bikin post fb. Zaman gw tugas sekolah ya bikin blogspot hahaha.
Operator seluler sejuta umat selama pandemi Covid19 membuat kebijakan yang berpihak pada medsos, dengan gratis akses IG, tapi tidak untuk blogging platform. User interface blog ribet - saat ini memang dipermudah dengan Block Editor wordpress seperti web J5, tapi sudah jadi stigma orang yang terbiasa menulis di note FB. Instagram bisa menawarkan caption yang kira-kira sepanjang orang posting di blogspot zaman dulu. Terlebih FB yang tak dibatasi kalau tidak salah.
Tambah jadilah blog semakin senjakala. Blogger saat ini kebanyakan mereka yang mencicipi masa keemasan kayak Mbak Trinity. Gw juga salah satunya, blog ini meledak pada zaman gw SMA. Generasi di bawah 2000? Hehehehe.
Kalau mau tahu kenapa, salahkan politisi yang menjadikan blog sebagai medan perang. Orang jadi takut klik link. Artikel bagus tercemar dengan berita berita provokasi, agitasi murahan, media tanpa redaksi. Sebelum mengerucut di 2018-19, lebih banyak situs beginian beredar, silakan cek di Berita Politik Kaskus. Ditambah kasus penipuan Blackpanda yang membuat orang pindah transaksi via tokopedia, dan mereka merasa tidak perlu lagi blog/website.
Tapi dengan toksiknya medsos, sepertinya ia akan bangkit lagi di 2021. Baiklah.
Sael, 11 tahun pengalaman blogging, sejak SMP tahun 2009 sudah coba coba. 12/27/2020 08:54:00 AM
Setelah +- 2 tahun menghandle Jalur5, dan hasilnya dirasa sudah sangat signifikan selama 1,5 tahun terakhir, saatnya gw sedikit istirahat, ...
Curhat di Radio itu Pertolongan Pertama sebelum Psikolog
Kasus bunuh diri Chester Bennington membuat Indonesia sadar betul bahaya bunuh diri dan penyakit jiwa. Ever than before. Sebelum kematian vokalis Linkin Park itu, belum terlalu tinggi awareness akan kesehatan mental di negara "berflower" ini. Apalagi diperparah dengan kematian Jonghyun yang santer beritanya di mana-mana. Sejak saat itu sangat banyak yang memberi konsultasi psikologi dan bahkan saran psikiater yang bagus untuk mengobati masalah jiwa orang Indonesia.
Ada beberapa situs "tempat curhat" yang ditangani profesional, bukan crowdsourcing seperti Kaskus H2H dan media sosial (yang mayoritas diisi awam, bahkan ada yang membully). Contoh yang gue baru buka adalah saveyourself.id yang menawarkan curhat gratis, tentu saja kalau parah masalahnya akan dirujuk ke profesional.
Sebenarnya radio sudah melakukan fungsi ini sejak puluhan tahun silam,tapi kitanya sering nggak sadar. Plus kelemahan radio adalah terbatas waktu (kalau terbatas ruang sih sudah nggak sejak ada streaming). Fungsi tempat curhat ini sudah mulai diimbangi dengan situs-situs konsultasi online.
Mau tahu buktinya apa? Di I-radio 89.6 FM sekitar jam 9 malam, ada sesi segmen curhat bernama 100 Persen Curhat. Acara ini digawangi Indra The Rain, sekarang kalau tidak salah sering diganti penyiar lain yang gue kurang kenal. Yang curhat di acara ini banyak, mulai dari yang bahagia tentunya seperti dapat bonus di kantor dan ada lahiran, sampai ada yang cukup parah seperti gue pernah dengar ada yang terjerat kasus utang puluhan juta sama saudara sendiri. Gue sendiri pernah curhat via komentar Instagram, tapi posisi sedang di KRL pula (karena memang sering pulang malam saat acara ini digelar). Kalau nggak salah pernah juga curhat via WA.
Kalau yang ditelepon sama penyiarnya sih pernah di V Radio 106.6 FM. Mas Iwa K. Hehehe. Di sini suaramu akan direkam dan akan dipotong bagian pentingnya aja dan tentu "dibersihkan" dari kata-kata kotor yang bisa membuat mereka ditegur KPI.
Sejauh ini pengalaman curhat sama mereka tentu saja membuat sedikit lega karena sudah punya teman cerita lah setidaknya. Kita juga bisa mendengar cerita orang lain yang membuat kita bersyukur atau bahkan belajar menghadapi masalah, setidaknya "oh seharusnya saya setia sama pasangan karena efeknya bisa separah itu".
Kelemahan acara ini, ya namanya juga Indonesia dan KPI-nya.... Juga karena radio yang didengar berbagai lapisan umur. Curhat yang berhubungan dengan sex atau sejenisnya tentu tidak bisa diudarakan. Mungkin saja bisa sih kalau hanya via telepon (dibantu personal).
Untuk masalah luar biasa urgent dan butuh segera seperti bunuh diri dan kasus tertentu, sudah jelas tidak bisa lewat acara curhat radio karena kendala waktu. Sudah gitu belum tentu curhatmu mengudara. Namun kalau hanya sebagai pengantar sebelum memutuskan harus pergi ke psikolog atau nggak, memang acara curhat radio ini bisa menjadi solusi yang ampuh. Apalagi tujuan mereka adalah, "anda punya teman curhat, anda nggak sendiri, setidaknya masih ada saya yang menemani kamu". Misalnya dalam kasus kalau ke psikolog sudah kemalaman, bisa coba cerita ke radio dulu terkait masalahnya.
Jangan sedih. Kalau nggak ada satu orang pun yang peduli keadaanmu, ada Tuhan, pekerja psikologi, dan radio yang siap menemani kamu, unconditionally.
Sampai Juni 2019, ini daftar acara radio Jakarta yang menerima sesi curhat. Semakin hari semakin banyak radio Jakarta yang mengembalikan acara lawas ini, apalagi didorong dengan mental health awareness.
1. 89.6 I Radio (21.00-00.00, Senin-Jumat)
2. 97.1 RDI (lupa jamnya, sekitar 21.00, tapi harus kuat dengerin dangdutnya)
3. 93.9 Mersi (sekitar 20.00)
4. 102.2 Prambors (tapi hanya masalah cinta, jam 22.00-00.00)
5. 99.1 Delta (20.00-00.00)
6. 106.6 V Radio (21.00-00.00, efektif baru jam 9 malam)
7. 100.6 Heartline FM (01.00-05.00, ini segmen lintas agama, kalau acara yang digelar gereja kurang tahu. Heartline ini bukan punya denominasi tertentu.)
Oh ya, kalau radio tersebut nggak ada sesi curhat, coba juga titip salam via request lagu. Zaman sekarang, acara request lagu sering dijadikan "curhat gratisan" dan bisa jadi "psikolog gratis". Ini yang tidak akan bisa digantikan layanan streaming seperti Spotify. Sesi curhat ini ada di banyak radio kalau siang bolong.
Ke depannya gue berharap ada radio yang menjadi radio khusus konsultasi masalah pribadi. Kemudian, berharap juga acara-acara curhat di radio ini ditangani profesional seperti psikolog dan psikiater. Kalau nggak salah dulu ada di radio Sonora, tapi yang diulas psikolog ini adalah tumbuh kembang anak, belum sampai ke masalah pribadi.
Selamat beristirahat!
6/13/2019 01:57:00 AMKasus bunuh diri Chester Bennington membuat Indonesia sadar betul bahaya bunuh diri dan penyakit jiwa. Ever than before. Sebelum kematian vo...
Find
Newest Post
Jingle Radio Kayu Manis - RKM
Jingle Radio Kayu Manis - Lembut Suaranya, Manis Bisikannya (sekarang jadi Smooth 99.5 FM)
Popular Posts
Viewers
Labels
- opini (25)
- politik (17)
- radio (10)
- social media (5)
- twitter (4)
- ahok (3)
- om telolet om (2)
- review (2)
- sari roti (2)
- ui (2)
- anggota dpr tidur (1)


